"Meskipun kamu memandang rendah diriku, masa kamu berani mengabaikan keselamatan anak ini?! Kalau terjadi sesuatu sama anak yang ada di dalam kandunganku, gimana kamu mau jelasin ke Nyonya Besar?! Jangan lupa, tugasmu adalah merawatku!"Mendengar ancamanku, Lisa akhirnya menghentikan langkahnya. Beberapa saat kemudian, suara kesalnya terdengar dari luar pintu. "Sekarang aku telepon Tuan. Kalau dia nggak izinkan Nyonya keluar, nanti waktu Nyonya Besar bertanya, itu bukan urusanku."Aku buru-buru mengangguk dan bersandar di dekat pintu sambil menunggu Lisa menelepon."Tuan, Nyonya bilang dia berdarah dan sebentar lagi akan melahirkan. Apa perlu dibawa ke rumah sakit?"Brady baru saja selesai memesan makanan. Saat menerima telepon dari Lisa, wajahnya langsung dipenuhi ketidaksabaran. Dengan nada dingin, dia memarahi, "Bi Lisa, kamu sudah nggak mau kerja lagi? Aku suruh kamu awasi Nyonya, bukan minta kamu memohon untuknya!"Ekspresi Lisa langsung muram karena dimarahi. Dia melotot ke arah
Read more