Short
Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung

Demi Anak Angkat, Dia Rela Mengorbankan Nyawa Anak Kandung

By:  SilenceCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
2.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, air ketubanku pecah tepat pada hari ulang tahun anak angkat suamiku. Agar anakku tidak lahir di hari yang sama dengan anak angkatnya, Brady Suratman memaksaku menunggu lewat tengah malam untuk melahirkan. Dia terus menolak membawaku ke rumah sakit, bahkan mengurungku di ruang bawah tanah. Brady menunduk menatapku, sorot matanya kelam. "Sandra, kamu ini pintar sekali milih waktu. Sengaja milih hari ulang tahun Carlton untuk melahirkan." Aku memohon dengan putus asa agar dia mengantarkanku ke rumah sakit. Kekecewaan melintas di mata Brady, sementara nada bicaranya terdengar dingin, "Kamu masih berani bohong sama aku? Aku sudah nanya ke dokter, meskipun air ketuban pecah, nggak berarti langsung melahirkan. Bahkan ada yang baru melahirkan tiga hari kemudian." "Demi mempertahankan posisi sebagai Nyonya Suratman, kamu sampai ingin anakmu berebut hari ulang tahun dan status dengan Carlton. Benar-benar penuh perhitungan!" Aku menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan putus asa, "Anak yang ada di dalam kandunganku juga anakmu! Brady, aku mohon. Demi anak ini, tolong selamatkan dia. Asalkan bayiku selamat, aku berjanji nggak akan pernah muncul lagi di hadapanmu." Wajah Brady langsung menggelap. Dia membungkuk dan mencengkeram daguku, lalu berkata dengan kejam, "Jangan pakai trik tarik-ulur untuk menarik perhatianku." "Asalkan kamu patuh tinggal di sini sampai lewat tengah malam, aku akan mengantarmu ke rumah sakit. Setelah melahirkan, kamu juga bisa mendapatkan kedudukan berkat anak itu dan benar-benar masuk ke Keluarga Suratman." Saat aku berteriak kesakitan karena kontraksi, Brady merasa terganggu oleh suara itu. Dia lalu membawa Carlton dan ibunya keluar untuk merayakan ulang tahun. Ketika akhirnya dia teringat padaku dan menanyakan apakah aku melahirkan anak laki-laki atau perempuan, sekretarisnya tampak pucat pasi. "Bu Sandra ... sudah pergi."

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, air ketubanku pecah tepat pada hari ulang tahun anak angkat suamiku.

Agar anakku tidak lahir di hari yang sama dengan anak angkatnya, Brady memaksaku menunggu lewat tengah malam untuk melahirkan. Dia terus menolak membawaku ke rumah sakit, bahkan mengurungku di ruang bawah tanah.

Brady menunduk menatapku, sorot matanya kelam.

"Sandra, kamu ini pintar sekali milih waktu. Sengaja milih hari ulang tahun Carlton untuk melahirkan."

Aku tergeletak di lantai yang lembap. Air ketuban telah membasahi gaunku. Aku memohon agar dia membawaku ke rumah sakit karena aku bisa merasakan bayiku sudah tidak sabar untuk lahir. Jika persalinan terus ditunda, bayi itu mungkin berada dalam bahaya.

Kekecewaan melintas di mata Brady, sementara nada bicaranya terdengar dingin, "Kamu masih berani bohong sama aku? Aku sudah nanya ke dokter, meskipun air ketuban pecah, nggak berarti langsung melahirkan. Bahkan ada yang baru melahirkan tiga hari kemudian."

"Demi mempertahankan posisi sebagai Nyonya Suratman, kamu sampai ingin anakmu berebut hari ulang tahun dan status dengan Carlton. Benar-benar penuh perhitungan!"

Aku menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan putus asa, "Anak yang ada di dalam kandunganku juga anakmu! Brady, aku mohon. Demi anak ini, tolong selamatkan dia. Asalkan bayiku selamat, aku berjanji nggak akan pernah muncul lagi di hadapanmu."

Wajah Brady langsung menggelap. Dia membungkuk dan mencengkeram daguku, lalu berkata dengan kejam, "Jangan pakai trik tarik-ulur untuk menarik perhatianku."

"Asalkan kamu patuh tinggal di sini sampai lewat tengah malam, aku akan mengantarmu ke rumah sakit. Setelah melahirkan, kamu juga bisa mendapatkan kedudukan berkat anak itu dan benar-benar masuk ke Keluarga Suratman."

Setelah berkata demikian, dia bangkit dan hendak pergi.

Dengan tangan pucat, aku mencengkeram ujung celana jasnya dengan erat. Aku mendongakkan wajah yang sudah pucat pasi dan terus memohon, "Tolong bawa aku ke rumah sakit. Aku mohon."

Brady mencibir. Dia menendang tanganku hingga terlepas, lalu berbalik dan tanpa ragu mengunci pintu. Dari balik pintu terdengar suaranya yang dingin, "Bi Lisa, awasi Nyonya. Tanpa izinku, jangan biarkan dia keluar."

Tendangan yang dilepaskan Brady membuatku terhempas keras ke lantai.

Aku refleks melindungi perutku, tetapi seketika aliran hangat mengucur dari balik rokku. Saat menunduk melihat, rok putih itu perlahan-lahan telah ternoda warna merah.

Aku berjuang merangkak sedikit demi sedikit ke depan. Jejak merah darah memanjang di lantai. Dengan susah payah aku merangkak hingga ke dekat pintu, lalu mengepalkan tangan dan mengetuknya.

"Bi Lisa, Bi Lisa, aku berdarah. Tolong keluarkan aku. Aku sangat kesakitan. Aku merasa bayiku akan lahir."

Lisa menempelkan telinganya ke pintu dan mendengarkan suara dari dalam. Dia memutar mata dan berkata dengan nada mengejek, "Nyonya, berhentilah berpura-pura. Tuan sudah pesan, kalau aku biarkan Nyonya keluar, gajiku akan dipotong. Jangan persulit orang kecil sepertiku."

"Sudahlah, jangan teriak lagi."

"Semua ini salah Nyonya. Pesta ulang tahun yang sudah kami siapkan dengan susah payah jadi nggak bisa diadakan di rumah."

"Nanti setelah Tuan Muda Carlton selesai merayakan ulang tahunnya, dia masih akan kembali untuk makan mi yang kumasak. Aku nggak bisa buang-buang waktu di sini bersama Nyonya."

Aku mencengkeram pakaianku dengan erat. Rasa sakit di perutku semakin hebat.

Mendengar dia hendak pergi, aku benar-benar panik dan segera memanggilnya dengan suara keras, "Bi Lisa! Jangan pergi! Aku benar-benar akan melahirkan!"

"Aku tahu kamu nggak bisa mengambil keputusan sendiri. Kamu cuma perlu menelepon Brady. Sekarang aku sudah mengeluarkan banyak darah. Kalau nggak segera ke rumah sakit, anakku mungkin benar-benar nggak bisa diselamatkan!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status