LOGINSaat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, air ketubanku pecah tepat pada hari ulang tahun anak angkat suamiku. Agar anakku tidak lahir di hari yang sama dengan anak angkatnya, Brady Suratman memaksaku menunggu lewat tengah malam untuk melahirkan. Dia terus menolak membawaku ke rumah sakit, bahkan mengurungku di ruang bawah tanah. Brady menunduk menatapku, sorot matanya kelam. "Sandra, kamu ini pintar sekali milih waktu. Sengaja milih hari ulang tahun Carlton untuk melahirkan." Aku memohon dengan putus asa agar dia mengantarkanku ke rumah sakit. Kekecewaan melintas di mata Brady, sementara nada bicaranya terdengar dingin, "Kamu masih berani bohong sama aku? Aku sudah nanya ke dokter, meskipun air ketuban pecah, nggak berarti langsung melahirkan. Bahkan ada yang baru melahirkan tiga hari kemudian." "Demi mempertahankan posisi sebagai Nyonya Suratman, kamu sampai ingin anakmu berebut hari ulang tahun dan status dengan Carlton. Benar-benar penuh perhitungan!" Aku menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan putus asa, "Anak yang ada di dalam kandunganku juga anakmu! Brady, aku mohon. Demi anak ini, tolong selamatkan dia. Asalkan bayiku selamat, aku berjanji nggak akan pernah muncul lagi di hadapanmu." Wajah Brady langsung menggelap. Dia membungkuk dan mencengkeram daguku, lalu berkata dengan kejam, "Jangan pakai trik tarik-ulur untuk menarik perhatianku." "Asalkan kamu patuh tinggal di sini sampai lewat tengah malam, aku akan mengantarmu ke rumah sakit. Setelah melahirkan, kamu juga bisa mendapatkan kedudukan berkat anak itu dan benar-benar masuk ke Keluarga Suratman." Saat aku berteriak kesakitan karena kontraksi, Brady merasa terganggu oleh suara itu. Dia lalu membawa Carlton dan ibunya keluar untuk merayakan ulang tahun. Ketika akhirnya dia teringat padaku dan menanyakan apakah aku melahirkan anak laki-laki atau perempuan, sekretarisnya tampak pucat pasi. "Bu Sandra ... sudah pergi."
View MoreMendengar ucapanku, raut wajah Brady langsung menunjukkan luka dan kesedihan. Dia memelukku dengan erat. "Sandra, mana mungkin aku membunuhmu? Aku sangat mencintaimu. Aku bahkan nggak sanggup melihatmu terluka sedikit pun."Aku mendorongnya sekuat tenaga lalu berteriak, "Kalau begitu, untuk apa kamu cari aku?! Kamu tahu sekarang kamu ini buronan, bukan?!"Brady mengangguk. "Aku tahu."Lalu dia menatapku dengan penuh perasaan dan berkata, "Sandra, bukannya kamu nggak suka Shelvi? Dia sudah mati. Carlton juga sudah kuhapus dari silsilah keluarga dan kukirim ke panti asuhan. Sekarang nggak ada lagi siapa pun yang bisa menghalangi hubungan kita.""Aku datang ke sini khusus untuk mencarimu. Aku melakukan semua ini demi dirimu. Aku membalaskan dendam anak kita!""Kalau bukan karena Shelvi, aku tidak nggak akan salah paham sama kamu. Kalau bukan karena dia, anak kita nggak akan meninggal! Sekarang kita bisa menjadi keluarga yang bahagia."Mendengar kata-katanya, seluruh tubuhku terasa dingin.
Kaleng cat itu jelas sudah lama kosong dan mengering. Sisa cat di dalamnya hanya tinggal lapisan tipis. Sementara itu, seluruh ruang bawah tanah hanya dipenuhi bau darah yang menyengat. Tidak sulit membayangkan betapa menderitanya Sandra malam itu.Namun, Brady malah berulang kali mengabaikan permintaan tolongnya, bahkan mendorong anaknya sendiri menuju kematian! Teringat pada botol obat yang ada di kamar dan seolah ingin membuktikan sesuatu, Brady menelepon Ghani."Obat apa ini? Apa ini obat untuk memicu kelahiran prematur?"Ghani memandang Brady dengan ragu sebelum menjawab, "Pak Brady, itu asam folat. Obat yang biasa dikonsumsi ibu hamil."Punggung Brady yang selama ini selalu tegak, akhirnya runtuh. Dia mencengkeram rambutnya sendiri dengan putus asa. Apa yang sebenarnya telah dia lakukan? Dia telah membunuh anaknya sendiri!Melihat keadaan Brady yang hampir seperti orang gila, Ghani ketakutan dan segera meninggalkan vila.Brady kemudian menemukan Lisa. Dia mengikat wanita itu di r
"Sandra? Apa yang kamu katakan itu ... bohong, 'kan? Kamu sedang bohongi aku lagi? Benar, 'kan? Jawab aku!"Melihat Brady yang hampir histeris, aku mengangkat tangan dan menamparnya keras. "Brady! Majulah dan lihat baik-baik siapa yang ada di sana! Itu anak yang kamu tinggalkan malam itu! Itu anak yang kamu larang untuk lahir!""Dia berjuang mati-matian di dalam kandunganku untuk keluar ke dunia ini! Dia berusaha sekuat tenaga untuk tetap hidup! Tapi kamu bukan hanya nggak bawa aku ke rumah sakit, kamu bahkan mengurungku di ruang bawah tanah!"Brady menoleh ke arah kiri. Di dalam peti kecil terbaring seorang bayi yang tubuhnya telah rusak dan berlumuran darah.Kedua kakinya langsung kehilangan tenaga. Dia jatuh berlutut ke tanah. Pukulan yang begitu besar membuat seluruh semangat hidupnya seolah lenyap. Kesedihan yang luar biasa menerjang hatinya dan emosinya mulai runtuh."Kamu bohong .... Kamu pasti sedang bohong .... Kamu sedang membohongiku ...."Brady berusaha berdiri. Namun, kedu
"Besok pagi pukul sembilan, di Pemakaman Forest. Itu kesempatan terakhir bagimu untuk melihat anakmu." Usai bicara, aku pun berbalik dan pergi.Brady ingin menghentikanku dan meminta penjelasan, tetapi beberapa pengawal dari berbagai arah segera mengepungnya dan menghalanginya di tempat.Melihat dia didorong dengan kasar hingga naik ke mobil dalam keadaan menyedihkan di tengah hujan deras, Aldan masih belum puas dan bertanya, "Sandra, kamu benar-benar mau biarkan dia begitu saja? Bahkan masih ngasih dia kesempatan untuk melihat bayi itu terakhir kalinya?"Aku menatap malam yang gelap di luar jendela dengan perasaan getir. Kedua tanganku mengepal erat. "Dia ayah anak itu. Dia berhak mengetahui kebenarannya.""Membiarkannya begitu saja?" Aku tertawa pahit. "Dia seharusnya menyesal seumur hidup. Setiap kali terbangun di tengah malam dan teringat kematian anaknya, dia seharusnya nggak bisa tidur semalaman.""Dia harus menghabiskan sisa hidupnya dalam penyesalan. Mana mungkin aku membiarkan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.