Brandon menutup laptopnya dengan kasar. Wajah pengacara muda itu tampak pias, dipenuhi rasa bersalah yang teramat sangat atas sikap ibunya. "Lis, saya minta maaf," ucap Brandon, suaranya bergetar menahan amarah dan penyesalan. "Saya benar-benar tidak menyangka Mommy akan sekasar itu bicaranya." Lilis menghela napas pelan. Ia melepaskan tautan tangannya yang sempat mendingin, lalu menatap Brandon dengan senyum yang sangat tenang. Tidak ada air mata, atau baper yang berlebihan. "Nggak apa-apa, Kak. Aku mengerti, kok," sahut Lilis santai. "Kamu jangan dengerin ucapan Mommy, Lis. Mommy cuma--" "Kak, aku ngomong gini bukan karena aku pesimis sama diriku sendiri," potong Lilis halus, menatap Brandon lurus-lurus. "Tapi sejak awal, rencana pura-pura kita ini memang udah pasti gagal, gak sih?" Brandon mengerutkan kening, menatap tidak mengerti. "Ya maksudnya, selain karena kita cuma sandiwara, faktanya aku memang belum punya kualitas untuk bisa dipertimbangkan oleh Mommy Kakak," l
Last Updated : 2026-07-19 Read more