Enam bulan berlalu begitu cepat. Hidup Lilis benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. Usaha henna dan jasa rias pengantinnya kini berkembang pesat. Lilis tidak hanya makin percaya diri, tetapi juga berhasil membuktikan kemandirian finansialnya. Ia yang awalnya tak berharap apa-apa pada kehidupan, kini mulai merasakan ingin hidup lebih lama. Di mansion, hubungan emosional antara Lilis dan Brandon juga tumbuh makin lekat tanpa ada paksaan. "Lis, sabtu malam depan ada acara gala dinner asosiasi pengacara," ujar Brandon sore itu saat mereka duduk berdua di teras belakang. Lilis menoleh sambil merapikan hijab papasannya. "Wah, acara besar dong, Kak?" "Iya," jawab Brandon santai. "Dan saya mau kamu mendampingi saya datang ke sana." Lilis mendadak panik, matanya membelalak. "Eh? Aku, Kak? Nggak salah? Di sana kan isinya orang-orang hebat loh Kak." "Lalu kenapa?" pangkas Brandon lembut, menatap Lilis lekat-lekat. "Kamu sekarang pengusaha muda yang sukses, Lis. Kamu b
Huling Na-update : 2026-07-29 Magbasa pa