Keesokan harinya, suasana mansion terasa jauh lebih hangat dan damai. Burung-burung berkicau di halaman belakang yang asri. Lilis bangun dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Meski luka di lututnya masih sedikit nyeri, seluruh beban emosional dan ketakutan akan masa lalunya bagaikan menguap tanpa sisa. Rendy telah menerima karmanya, dan masa depan yang cerah kini terpampang nyata di hadapannya. Setelah selesai merapikan diri dan mengenakan pakaian santai serta hijab yang senada, Lilis berjalan pelan menuju area ruang makan. Di sana, Brandon sudah duduk rapi dengan kemeja santai, menikmati secangkir kopi hitam sambil membaca berkas dokumen di laptopnya. Juna duduk di kursi khusus balita di samping Brandon, sibuk mewarnai buku gambar dengan riang. "Papa! Liat Juna bikin mobil warna merah!" seru Juna riang, memamerkan hasil coretannya. Brandon mengusap puncak kepala Juna dengan penuh kasih sayang. "Wah, pinter banget anak Papa. Warnanya bagus, keren." Pemandangan itu mem
Huling Na-update : 2026-08-06 Magbasa pa