Brandon, yang baru saja merayakan kesiapan Lilis untuk melangkah ke jenjang pertunangan, seketika menghentikan senyumnya. Raut wajahnya berubah penuh perhatian. Ia memajukan duduknya, mengusap lembut punggung tangan Lilis yang terasa dingin."Kenapa, Bidadariku? Ada apa?" tanya Brandon dengan nada suara yang amat lembut. "Kenapa tiba-tiba memasang wajah sedih begitu, hm?"Lilis menggigit bibirnya ragu. Mata beningnya yang berkaca-kaca perlahan mendongak, menatap manik mata Brandon yang selalu memancarkan kehangatan untuknya."Tapi, Kak... aku..." Lilis menghela napas panjang, mencoba menata tumpukan kekhawatiran di dalam benaknya. "Aku masih kepikiran soal keluarga Kakak. Nyonya Meghan dan Mbak Nathalia.""Lilis, bukankah tadi siang kita sudah membahas ini?" potong Brandon pelan."Iya, Kak, tapi hatiku tetap gak tenang," bisik Lilis polos, ada kepasrahan yang jujur dari intonasi suaranya. "Aku ini hanya wanita biasa, janda beranak dua, dengan latar belakang keluarga yang sangat beranta
Huling Na-update : 2026-08-20 Magbasa pa