Ada yang menyodorkan air, ada yang mengipasinya, ada yang panik mengaduk-aduk saku pria itu mencari obat, tetapi tak satu pun yang melakukan pertolongan pertama dengan tepat.Pengetahuan pertolongan pertama yang diajarkan Ibu kepadaku melintas cepat di benak.Beliau sudah mengajarkanku dasar-dasarnya sejak aku masih sangat kecil, dengan alasan, "Siapa tahu suatu saat nanti berguna."Aku melangkah mendekat, berjongkok, dan meraba arteri karotis di leher pria tua itu.Denyutnya sangat lemah, tetapi masih ada."Ada apa dengannya?" tanyaku pada seseorang di sebelahnya yang tampak seperti staf pribadinya."Pak Askan punya riwayat penyakit jantung, mungkin ini serangan jantung ...."Tanpa menunggu dia menyelesaikan kalimatnya, aku sudah mulai bertindak.Membaringkan pria tua itu, melepaskan dasinya, dan membuka kancing teratas kemejanya, memastikan saluran napasnya tetap lancar.Lalu, aku mulai melakukan resusitasi jantung paru.Satu, dua, tiga.Orang-orang di sekitarku terdiam, seluruh pand
Magbasa pa