Devan tidak menjawab.Farah berjalan beberapa langkah lagi, lalu tiba-tiba berhenti. "Devan, kamu masih dendam sama aku, ya?""Dendam soal apa?""Kabur dari pernikahan." Farah menatapnya, tatapannya menunjukkan keseriusan yang jarang terlihat."Lima tahun lalu aku kabur, bikin kamu jadi bahan tertawaan semua orang, dan harga diri Keluarga Pratama diinjak-injak karena aku. Apa kamu terus mengingat kejadian itu, makanya kamu sengaja ngomong kayak tadi di depanku?"Devan menghentikan langkahnya dan menatapnya sekilas, tatapannya datar."Nggak," ucapnya. "Urusan itu udah lama lewat."Farah menatap ekspresinya lekat-lekat, mencoba mencari sekecil apa pun jejak kepura-puraan di sana, tetapi dia tidak menemukan apa-apa.Pria itu benar-benar tidak peduli, bukan karena dia bermurah hati, melainkan karena dia memang tidak menganggap Farah penting."Terus, kenapa kamu nolak?" tanyanya. "Waktu Ayah mengusulkan pernikahan, kamu nggak mau. Itu 'kan karena kamu masih dendam sama aku?"Devan berbalik
Read more