Eleanor mendengar itu semua, mendengar ucapan Leon dan juga Jetro. ‘Ya benar, aku ini siapa?’ Bohong jika Eleanor tidak sedih, dia sangat sedih. Tiba-tiba kehilangan pria yang selalu ada untuknya, itu pasti membuat hati Eleanor mendadak kosong dan hampa.Dia turun ke bawah karena mencari Leon, dia menyesal karena turun, seharusnya dia tetap di dalam kamar. “Eleanor! Sejak kapan kau di sana? Masuklah, di luar sangat dingin.” Leon berlari ke arah wanita lembut itu. Eleanor memakai gaun putih tipis yang pendek, memperlihatkan kakinya yang sangat jenjang, dan bahunya yang mulus seputih porselen. Rambutnya terurai terkena angin malam.‘Kau sangat cantik, Eleanor,’ batin Jetro.“Masuklah Leon, waktunya kau tidur.”Eleanor seperti tidak menganggap ada Jetro yang sedang berdiri di sana menatapnya. Jetro salah tingkah, dia bingung, dan tidak bisa bergerak sedikitpun. “Dia mendengar semuanya, Tuan,” bisik Loui.Leon menurut saat tangan Eleanor menggenggam tangannya. “Ayo jalan,” ucap Jetro
آخر تحديث : 2026-09-09 اقرأ المزيد