Jetro tampak tidak ada senyum di wajahnya, padahal Violence sudah sangat bahagia. Kebahagiaan terpancar di wajah wanita itu. Dua perbedaan yang signifikan itu bahkan tidak disadari oleh para tamu. “Apa kau bersedia Violence menjadi pasanganmu, dalam suka maupun duka?”“Ya, aku bersedia.”Jetro kemudian menoleh pada Eleanor yang terdiam menunduk. Dada Jetro rasanya sesak bercampur panas. Dia ingin marah, ingin membunuh semua orang. Wajar, Jetro masih belum memiliki kestabilan emosi di usianya yang masih sangat muda.Momen ketika Violence mencium Jetro lebih dulu, dan disaksikan banyak orang, di situlah air mata Eleanor jatuh begitu saja. “Beginilah akhirnya.”“Relakan dia, Eleanor,” ucap Leon. “Ya, memang begini akhirnya. Jika dia tetap memaksamu menjadi istrinya, akan ada hal buruk menimpamu. Perpisahan ini adalah keputusan yang terbaik.”Eleanor mengangguk perlahan. Keadaan berubah dengan cepat, dan sangat drastis. Tiba-tiba dia menikah dengan Jetro, dan sekarang secara tiba-tiba
آخر تحديث : 2026-09-06 اقرأ المزيد