Steve mengepalkan tangannya di atas meja hingga buku jarinya memutih, matanya berkilat marah. "Jangan memancing emosiku lebih jauh, Julia!"Perdebatan batin yang memungut sisa kesabaran di antara mereka terhenti seketika saat ponsel di dalam tas Julia berdering nyaring. Panggilan masuk bernada lembut memecah ketegangan yang membeku di ruangan.Julia merogoh tasnya. Gerakannya terhenti saat melihat pendar cahaya dari layarnya. Nama Justin terpampang jelas di sana.Seketika, raut wajah Julia berubah total. Raut tegangnya melunak, digantikan senyum hangat yang terukir tulus di wajahnya. Tanpa ragu sedikit pun, ia menggeser tombol hijau—sengaja mengabaikan keberadaan Steve yang berdiri mematung di depannya."Ya, Justin? Ada apa?" sapa Julia, suaranya mendadak amat lembut dan manja, berbanding terbalik dengan nada ketusnya pada Steve beberapa detik lalu.Dari seberang, suara Justin terdengar tenang dan penuh perhatian. "Pekerjaanmu di kantor Anderson Group sudah selesai, Julia? Aku khawatir
Last Updated : 2026-08-12 Read more