Julia menatap Celine dan Steve bergantian tanpa menunjukkan sedikit pun kerapuhan di wajahnya.Bagi Julia, pemandangan itu sudah cukup menegaskan bahwa keberadaannya di antara mereka hanya akan mengundang masalah yang tak perlu."Pilihan yang sangat bijaksana, Nona Celine," sahut Julia dengan nada yang begitu tenang, datar, dan sangat profesional. "Saya mendoakan yang terbaik untuk persiapan pernikahan kalian."Tanpa menunggu tanggapan lebih lanjut, Julia menganggukkan kepala sedikit."Permisi, saya harus menemui kolega lain."Julia membalikkan badan dan melangkah pergi dengan anggun, menembus kerumunan tamu undangan yang memadati ballroom.Steve menatap punggung Julia yang makin menjauh. Matanya berkilat menahan kemarahan yang tertahan.Tanpa membuang waktu, Steve secara kasar menarik tangannya keluar dari cengkeraman Celine."Steve! Kamu mau ke mana?!" seru Celine, sedikit terkejut dengan sentakan mendadak itu.Steve tidak menoleh sedikit pun, sementara rahangnya mengeras. "Lepaskan
Last Updated : 2026-07-16 Read more