Justin menghela napas panjang. Pria itu menyadari betul bahwa memaksakan keberadaannya di sana hanya akan makin memperburuk kondisi kesehatan Julia yang belum sepenuhnya pulih.Dengan langkah berat, Justin berdiri dari kursinya.Ia menatap Julia lembut penuh kecemasan sebelum akhirnya melirik Steve dengan tatapan dingin, lalu berjalan memutar melewati mereka menuju pintu depan.Steve, di sisi lain, masih menyandarkan tubuhnya dengan tenang.Namun, saat matanya beradu langsung dengan iris mata Julia yang tampak berkaca-kaca menahan emosi dan rasa lelah yang luar biasa, pertahanan arogan sang CEO perlahan melunak.Pria itu menghembuskan napas tipis, lalu berdiri anggun lalu mengancingkan jas mewahnya."Aku akan pergi, Julia," bisik Steve rendah. "Tapi ingat... ini belum selesai."Steve melangkah pergi melewati ambang pintu.Di luar gerbang, Rian sudah setia menunggu di samping mobil seraya membukakan pintu untuk atasannya.Steve melangkah masuk tanpa menguapkan sepatah kata pun, meningg
Last Updated : 2026-09-10 Read more