Gelisah yang tak berkesudahan terus membelenggu pikiran Julia sepanjang sore.Kata-kata Rian di telepon tadi terus berputar berulang kali di kepalanya bagaikan kaset rusak, mengusik relung hatinya yang paling dalam.Rindu, rasa bersalah, dan kebenaran tentang lima tahun keterasingan Steve menyiksa batinnya.Namun, untuk menanyakan hal itu secara langsung pada pria bersikap dingin itu, Julia benar-benar tidak memiliki keberanian.Setelah menimbang-nimbang cukup lama di ruang kerjanya, Julia akhirnya menyerah pada kata hatinya. Dengan jemari yang sedikit gemetar, ia meraih ponselnya dan kembali mendial nomor asisten pribadi Steve.Hanya dalam dua kali dering, panggilan itu langsung terhubung."Selamat sore, Nyonya Julia," sapa Rian dari seberang telepon, intonasinya terdengar begitu sopan dan sedikit lelah.Julia menghela napas pendek, menetralkan detak jantungnya yang mendadak berdegup kencang. "Sore, Rian. Maaf kalau aku mengganggu pekerjaanmu lagi...""Sama sekali tidak, Nyonya. Ada
Terakhir Diperbarui : 2026-10-01 Baca selengkapnya