Rapat koordinasi antar divisi di lantai teratas gedung perkantoran itu baru saja berakhir. Pintu kayu mahoni yang kokoh berdesir pelan saat tertutup rapat, menyisakan ruang kerja Andini yang luas dan dingin.Jaka melangkah santai melintasi karpet tebal. Dia menjatuhkan tubuhnya ke sofa kulit berwarna hitam yang terpajang di sudut ruangan.Belum sempat Jaka meluruskan kedua kakinya, sebuah kehangatan mendadak hinggap di atas pangkuannya. Aroma harum bunga melati langsung menyapu indra penciumannya.Andini melingkarkan kedua tangan halusnya di leher Jaka tanpa ragu. Gaun kemeja putih yang dikenakannya sedikit terangkat, memperlihatkan paha mulus yang bersentuhan langsung dengan celana kain Jaka."Bagaimana menurutmu? Mereka luar biasa, kan?" bisik Andini dengan nada manja.Wajah gadis itu berjarak hanya beberapa senti dari telinga Jaka. Hembusan napas hangatnya membuat tengkuk Jaka merinding.Jaka mengangguk setuju. Tangan kanannya terangkat spontan, mengusap punggung mulus Andini yang
Última actualización : 2026-09-01 Leer más