Kepalan tangan Darius meluncur deras, membelah udara di atas kepala Jaka.Jaka menekuk lututnya lebih rendah.Sebelum gravitasi menarik tubuh Jaka sepenuhnya, Darius menghentikan dorongan lengannya secara mendadak.Tumit kanan Darius terangkat tegak, mengayun lurus ke arah dagu lawan dari bawah.Jaka mendorong lantai beton dengan ujung kakinya, terlempar mundur setengah meter tepat waktu.Garis angin tendangan itu menyapu ujung rambutnya.'Nyaris, jika telat satu milidetik saja, wajahku akan hancur berantakan.'Darius menarik kembali kakinya, mendarat dengan tumpuan sangat kokoh. Bibir pria itu terangkat ke samping, menyeringai bengis."Hoo? Cukup bagus untuk seseorang yang tumbuh di era ini."Jaka memperbaiki posisinya, berdiri tegap menatap tajam mata lawan."Barusan kau bilang era ini, berarti kau bukan berasal dari era ini?"Darius terkekeh pelan, menyilangkan kedua tangan di depan dada."Kau boleh beranggapan begitu."Pandangan Jaka menyempit, menangkap keanehan pada musuhnya.".
Last Updated : 2026-09-04 Read more