Di sudut lorong yang remang-remang, suara Reza Duan masih terus bergema liar memprotes sikap dingin Jaka. Suara lengkingannya memantul keras pada dinding pualam, menyuarakan amarah membara karena merasa diabaikan secara terang-terangan di depan pelindungnya. Namun, Jaka sama sekali tak mengindahkan keberadaan pemuda itu. Bagi Jaka, bentakan Reza tak lebih dari suara bising yang tidak perlu ditanggapi."Sudah cukup," potong Jaka santai sembari membetulkan posisi jaketnya yang sedikit bergeser. "Aku sudah menjawab semua pertanyaanmu."Viktor Liang tertegun sejenak mencerna pengakuan Jaka, lalu menghela napas pasrah. Ketiadaan motif bohong pada mata Jaka membuatnya yakin. "... Baiklah," sahut pria paruh baya itu pelan."Hei! Kenapa langsung setuju?! Jangan biarkan dia pergi begitu saja!" seru Reza Duan panik sambil mencoba melangkah maju mengejar Jaka.Dengan gerakan secepat kilat, Viktor Liang menggeser tubuhnya, memotong jalur jalan Tuan Mudanya. Ia menoleh ke arah Reza Duan, menggel
Última atualização : 2026-08-09 Ler mais