Sinar matahari membiaskan cahaya menembus dinding kaca lantai teratas gedung pencakar langit. Udara sejuk pendingin ruangan membawa aroma parfum floral yang samar, membungkus suasana tenang di ruang kerja mewah itu."Jadi akhirnya kamu membuat keputusan," ucap Andini pelan sembari menyandarkan punggungnya pada kursi kerja kulit hitam.Di seberang meja kerja gadis itu, Jaka duduk di sofa dengan wajah serius. Kedua tangannya bertaut di pangkuan, menatap lurus ke arah kekasihnya. "Jumlah cairan spiritual yang bisa diproduksi setiap hari melonjak drastis, bahkan jika disisihkan sebagian, masih banyak yang tersisa," jelas Jaka menyampaikan perkembangan dengan nada serius. Andini menopang dagu dengan jemari lentiknya, menatap kekasih tercinta dengan penuh minat. "Dengan kata lain, kamu berniat memulai perusahaan farmasi.""Niatnya begitu, tapi karena kamu sudah memiliki perusahaan farmasi, kita manfaatkan saja yang sudah ada," balas Jaka dengan nada santai namun matang.Mendengar solusi e
Última atualização : 2026-08-27 Ler mais