*Sret!*Tangan wanita bernama Cera itu tersentak mundur seolah baru tersengat listrik bertegangan tinggi.Dengan gerakan kaku layaknya robot, ia berputar perlahan ke arah sumber suara.Matanya membelalak ngeri, persis karyawan magang yang tertangkap basah bermain *game* oleh direktur.Di ujung lorong, berdiri sosok Andini.Gadis itu memancarkan karisma absolut. Ia menatap mereka tajam, menciptakan tekanan tak kasat mata di udara."N-Nona Andini?!" Cera memekik pelan. Suaranya bergetar hebat. "K-Kenapa Nona ada di sini?"Dalam sekejap, pesona menggairahkan yang Cera pancarkan menguap tak berbekas, digantikan postur menyusut ketakutan.Andini memiringkan wajahnya sedikit. Sudut bibirnya tertarik, membentuk sebuah senyuman yang sangat lebar dan menawan.Namun, tak ada setetes pun kebaikan maupun kehangatan di balik lengkungan bibir tersebut. Senyum itu murni sebuah ancaman visual."Cera," panggil Andini. Nadanya ringan, namun seberat palu godam. "Bukannya kamu punya pekerjaan menumpuk ya
Última atualização : 2026-08-01 Ler mais