Seluruh orang di lorong bawah tanah masih terpaku menatap layar ponsel Roland yang kini telah kembali gelap. Tidak ada yang bersuara selama beberapa detik, membiarkan keheningan malam dan deru napas tertahan mendominasi ruangan.Namun di luar dugaan, Bara justru tidak langsung panik. Dengan gestur tenang, ia meminta Roland memutar ulang video rekaman siaran langsung ruang rapat yang baru saja dikirimkan.Roland mengernyitkan dahi, menatap tuannya dengan keheranan. "Tuan Muda, isi pesannya sudah sangat jelas. Pria bermata abu-abu itu sudah menguasai ruang rapat. Untuk apa kita melihatnya lagi?"Bara tidak menjawab pertanyaan asistennya. Alih-alih memperhatikan wajah paman yang sedang berkhianat di layar, sorot mata Bara justru mengamati setiap detail sudut ruangan tempat video itu direkam.Ia mengamati posisi tiang infus, pantulan cahaya tipis pada kaca jendela, angka digital di layar monitor pasien yang redup, hingga arah bayangan tirai di lat
Last Updated : 2026-07-24 Read more