Bara tertegun di atas tanah halaman yang masih menyisakan jejak debu dari mobil-mobil mewah itu. Ia mematung, benar-benar tidak mampu memproses pemandangan di depannya: seorang pria tua yang memancarkan wibawa sedemikian besar hingga udara di sekitarnya terasa menipis, kini sedang bersimpuh di kakinya.Apa yang sebenarnya terjadi? Orang tua ini... kehadirannya begitu mencekam, namun kenapa ada rasa sakit yang begitu nyata di matanya saat menatapku? Seolah-olah dia telah memikul beban dunia selama puluhan tahun, batin Bara. Jantungnya berdegup kencang, tidak hanya karena kebingungan, tetapi karena resonansi aneh yang ia rasakan di dadanya setiap kali menatap mata renta itu."Berdiri, Pak," ucap Bara, suaranya parau, berusaha menyembunyikan getaran yang tak bisa ia kendalikan. Ia mencoba meraih lengan pria itu untuk membantunya bangkit, namun sang tetua tetap bersimpuh dengan keteguhan yang aneh."Izinkan aku, Bara," suara pria itu serak, dipenuhi oleh sisa-sisa isak yang tertahan. R
Last Updated : 2026-07-11 Read more