"Desa ini benar-benar kacau, setelah dihancurkan pasukan gaib Legiman ... lalu kardi dan orang-orangnya datang membawa harta yang berlimpah, orang kaya tetap kaya mereka malah memperbudak orang miskin!" dengus Yudha kesal, ia berlari di ranjang dengan berbantal lengan, matanya menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang keruh.Mbah Paijan lolos dari hukuman, tapi masalah baru justru ketika Sari menyatakan bersedia menerima lamaran Kardi, si tukang kawin.Dak dak dak!Pintu diketuk dari luar, telinga Yudha meruncing. Ia bangkit dengan malas untuk membuka pintu."Yudha" Windy anak Pak Kusno berdiri di ambang pintu, mata Yudha justru fokus pada dada Windy yang padat berisi dengan balutan daster berwarna krem, saat Windy berjalan melon kembar itu ikutan berguncang.. "Hmm, ada apa, Win?""Antar aku dong ke kampung seberang, buat ambil beras. Di sini beras mahal, sedangkan di kampung seberang keluarga bapakku masih punya beras hasil panenan," lanjut Windy.Dia termasuk orang yang terda
Last Updated : 2026-08-30 Read more