Melihat darah yang terus menyebar mewarnai air di dalam bathtub, dia baru tersdar dan seperti terbangun dari mimpi, lalu berkata, “Sasa … darah … kenapa ada darah?”Lukas berjalan terhuyung ke arah bathtub, seluruh tubuhnya gemetar tanpa bisa ia kendalikan.Dengan panik, Lukas berusaha melepaskan ikatan sabuk di pergelangan tanganku, tetapi gesper logam sabuk itu diikat terlalu erat sampai macet.Setelah beberapa kali percobaan, Lukas tetap tidak berhasil membuka ikatan itu, suaranya pun bergetar karena panik.Aku melihat kepanikan Lukas yang tidak terkendali, sementara rasa sakit luar biasa di bagian perut bawahku menyeruak ke seluruh tubuh.“Pergi .…”Dengan lemah aku mengucapkan sepatah kata itu, bahkan bernapas saja terasa sangat menyakitkan.Kesadaranku mulai hilang, aku hanya bisa merasakan akhirnya dia berhasil melepaskan ikatan itu.Lukas mengangkatku keluar dari rendaman air dingin itu, lalu memelukku dengan erat.Tangannya menyentuh darah hangat yang masih mengalir di antara
Baca selengkapnya