MasukSejak Lukas ketahuan selingkuh, hal pertama yang aku lakukan setiap kali Lukas pulang ke rumah adalah memojokkannya di area pintu masuk dan memintanya melepas celananya, lalu aku menyemprotkan alkohol berkadar tinggi ke tubuh bagian bawahnya untuk disinfeksi. Lukas yang merasa bersalah, dengan mata merah, selalu menurut denganku, lalu dengan lembut membujukku agar tidak terus-terusan seperti ini. Tapi hari ini, dia pulang terlambat selama dua jam penuh. Begitu aroma parfumnya tertangkap oleh hidungku, aku seketika kehilangan kendali dan menarik sabuknya sekuat tenaga. “Terakhir kali, saat kamu pulang terlambat selama tiga puluh menit saja, kamu sudah tidur dengan satu wanita.” “Hari ini kamu terlambat dua jam. Cepat katakan! Pasti kamu tidur dengan empat wanita di luar sana, kan?” Setelah permintaan maaf Lukas yang ke-29 kalinya dan tetap tidak aku hiraukan, akhirnya Lukas mengangkat punggung tangannya yang masih memar karena infus, lalu berteriak putus asa kepadaku. "Cukup! Aku sampai hampir mati karena demam tinggi, tapi kamu bahkan tidak menanyakan keadaanku. Setiap hari kamu terus mengamuk, kapan semua ini akan berakhir?" "Aku cuma pernah tidur dengan orang lain satu kali dan itu karena mabuk, kan? Kamu pikir kamu sendiri sebersih apa?" "Pantas saja saat kamu umur enam belas tahun, kamu diseret ke gang belakang, pakaianmu dilucuti, dan dipermalukan! Sasa, wanita penuh kecurigaan dan prasangka buruk seperti kamu memang pantas menerima hal itu!” Botol semprot desinfektan jatuh dan pecah di sekitar kakiku. Bau alkohol menyengat, membuat tenggorokanku tercekat sampai tidak bisa mengeluarkan suara. Menatap sorot mata Lukas yang penuh rasa jengkel, aku tiba-tiba merasa sangat lelah. Sudahlah, aku tidak menginginkan hubungan yang sudah penuh retakan ini.
Lihat lebih banyakAku menoleh ke sumber suara.Ternyata Lukas.Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, dia terlihat seperti sudah sangat tua.Sudut matanya dipenuhi kerutan yang dalam, rambutnya juga sudah banyak yang memutih.Tubuhnya bertumpu pada sebuah tongkat logam, sementara kaki kanannya tampak agak kaku.Dia berdiri sambil menatapku dengan sorot mata yang gelisah dan kepahitan yang tidak mampu ia sembunyi.“Sudah lama tidak bertemu.”Aku tidak menghindarinya, reaksiku hanya mengangguk dengan tenang.“Ya, sudah lama kita tidak bertemu.”Udara di antara kami terasa sedikit membeku.Jari-jari Lukas yang menggenggam tongkat memucat karena cengkeramannya yang terlalu kuat.“Aku ... aku dipindahkan ke sini untuk bekerja di bagian administrasi dan logistik.”Nada suara Lukas terdengar sedikit bergetar.“Kamu ... apa kabarmu baik-baik saja?”“Cukup baik.” Jawabku.Bibir Lukas bergerak-gerak, seolah masih ingin bertanya sesuatu.“Ibu!”Sebuah sosok kecil berlari keluar dari area bermain dan langsung memelu
Ternyata itu adalah Wendy.Wanita itu mengenakan jaket tua yang warnanya sudah memudar karena terlalu sering dicuci. Rambutnya berantakan, kulit wajahnya pucat kekuningan, sama sekali tidak terlihat anggun dan mencolok seperti penampilannya setengah tahun yang lalu.Begitu melihatku, Wendy langsung berlutut di hadapanku meskipun sedang di tengah keramaian.Rekan-rekan kerjaku yang juga baru pulang kantor dan para pejalan kaki di sekitar langsung menghentikan langkah mereka dan menoleh dengan penasaran.“Kak Sasa! Aku mohon, tolong selamatkan aku!”Wendy menangis sambil berteriak, tangannya bergerak hendak meraih ujung celanaku, tapi aku langsung mundur selangkah untuk menghindarinya.“Kak Lukas sudah tidak peduli pada kami. Semua hartanya diberikan kepadamu! Penyakit gagal ginjal Bibi Mirah semakin parah, sekarang dia sedang dirawat di ICU dan membutuhkan biaya yang sangat besar setiap harinya!”Dia menangis tersedu-sedu sampai ingus dan air matanya bercampur, penampilannya tampak sang
Lukas berhenti tiga langkah di depanku, tidak berani mendekat lagi.Aku menatapnya dengan ekspresi tenang.“Kamu sudah membaca surat cerai? Kalau tidak ada masalah, tolong tanda tangani. Kalau kamu punya tuntutan, kamu bisa membicarakannya dengan pengacaraku.”“Aku tidak akan tanda tangan!”Dia menatapku dengan menggebu.“Sasa, jangan tinggalkan aku. Aku akui, enam bulan terakhir ini aku melakukan banyak kesalahan. Tapi semua yang dikatakan Wendy padamu, aku benar-benar tidak pernah mengatakannya!”“Aku sudah cek rekaman CCTV. Di malam saat aku berhubungan intim dengannya, sebenarnya Wendy memberiku obat bius...”Dia menatapku sambil bicara dengan suara yang penuh permohonan.“Sasa, selama ini aku diperalat. Dari awal sampai akhir, di hatiku hanya ada kamu saja.”Angin bertiup, menerbangkan daun-daun kering di tanah.Aku mendengarkan semua pengakuannya dengan tenang, dan hanya merasa hal ini sedikit lucu.“Apa kamu sudah selesai bicara?”Lukas tertegun sejenak, lalu mengangguk dengan b
Setelah pintu ruangan tertutup, Lukas kembali berjalan ke sisi ranjangku.“Sasa, maaf. Aku tidak tahu ibuku akan bisa berkata seperti itu. Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mereka mengganggumu lagi. Ayo kita mulai dari awal. Aku bakal nurut semua kata-katamu mulai sekarang, ya?”Nada bicara Lukas seperti memohon dengan putus asa.Aku menundukkan pandanganku dengan tenang, tidak lagi mengangkat kepala untuk melihat wajahnya.“Lukas, tolong tanda tangani surat cerai.”Dari belakang tubuhku, terdengar suara napas yang tertahan.“Aku tidak mau menandatanganinya.”Suaranya terdengar goyah.“Aku tidak menyetujui perceraian ini. Soal anak itu, memang aku yang salah. Seumur hidupku akan aku gunakan untuk menebus kesalahanku. Kondisimu sekarang juga sedang tidak bagus, kamu butuh seseorang untuk merawatmu.”“Aku tidak membutuhkanmu.”Aku meraba ponselku yang berada di bawah bantal, lalu menelepon perusahaan penyedia perawat untuk menyewa perawat yang bisa berjaga selama 24 jam.Selama ak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.