Short
Angin membawa kenangan cinta 12 tahun

Angin membawa kenangan cinta 12 tahun

Oleh:  MonalTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
197Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sejak Lukas ketahuan selingkuh, hal pertama yang aku lakukan setiap kali Lukas pulang ke rumah adalah memojokkannya di area pintu masuk dan memintanya melepas celananya, lalu aku menyemprotkan alkohol berkadar tinggi ke tubuh bagian bawahnya untuk disinfeksi. Lukas yang merasa bersalah, dengan mata merah, selalu menurut denganku, lalu dengan lembut membujukku agar tidak terus-terusan seperti ini. Tapi hari ini, dia pulang terlambat selama dua jam penuh. Begitu aroma parfumnya tertangkap oleh hidungku, aku seketika kehilangan kendali dan menarik sabuknya sekuat tenaga. “Terakhir kali, saat kamu pulang terlambat selama tiga puluh menit saja, kamu sudah tidur dengan satu wanita.” “Hari ini kamu terlambat dua jam. Cepat katakan! Pasti kamu tidur dengan empat wanita di luar sana, kan?” Setelah permintaan maaf Lukas yang ke-29 kalinya dan tetap tidak aku hiraukan, akhirnya Lukas mengangkat punggung tangannya yang masih memar karena infus, lalu berteriak putus asa kepadaku. "Cukup! Aku sampai hampir mati karena demam tinggi, tapi kamu bahkan tidak menanyakan keadaanku. Setiap hari kamu terus mengamuk, kapan semua ini akan berakhir?" "Aku cuma pernah tidur dengan orang lain satu kali dan itu karena mabuk, kan? Kamu pikir kamu sendiri sebersih apa?" "Pantas saja saat kamu umur enam belas tahun, kamu diseret ke gang belakang, pakaianmu dilucuti, dan dipermalukan! Sasa, wanita penuh kecurigaan dan prasangka buruk seperti kamu memang pantas menerima hal itu!” Botol semprot desinfektan jatuh dan pecah di sekitar kakiku. Bau alkohol menyengat, membuat tenggorokanku tercekat sampai tidak bisa mengeluarkan suara. Menatap sorot mata Lukas yang penuh rasa jengkel, aku tiba-tiba merasa sangat lelah. Sudahlah, aku tidak menginginkan hubungan yang sudah penuh retakan ini.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Sunyi senyap seperti maut di pintu masuk.

Pintu belum tertutup rapat, dua sahabat Lukas yang mengantarnya pulang hanya bisa berdiri kaku sebelum akhirnya mencoba mencairkan suasana.

“Kak Sasa, hari ini Lukas demam tinggi sampai linglung, dia tidak sengaja berteriak kepadamu.”

“Dan juga, Kakak setiap hari menyemprotkan desinfektan dan memperlakukan Lukas seperti itu, siapa yang tahan? Jadi jangan dipermasalahkan lagi.”

“Iya, soal kejadian saat mabuk itu … dia juga sudah memutuskan hubungan dengan orang itu sejak lama.”

Begitu kejadian itu disebut, seketika rasa mual yang hebat menjalar ke perutku.

Saat aku berusia enam belas tahun, kakak tiri laki-lakiku dan beberapa teman berandalnya menyeretku ke sebuah gang yang gelap.

Saat pakaianku disobek, Lukas yang saat itu berusia delapan belas tahun datang dengan mata merah dan menghantam mereka dengan batu bata untuk mengusir mereka.

Lukas lalu melepaskan jas sekolahnya untuk membungkus tubuhku yang gemetar.

Dia memelukku sambil menangis, bahkan tangisannya lebih keras dariku. Dia berkata, "Sasa, jangan takut. Akan aku bunuh siapa pun yang berani menyentuhmu."

Karena kejadian buruk itu, setelah menikah pun aku menolak melakukan hubungan suami istri, bahkan sentuhan kecil bisa membuat tubuhku gemetar.

Saat itu, Lukas berulang kali memelukku dan mencium dahiku dengan lembut.

“Sasa, jangan takut. Tidak apa-apa, aku akan menunggumu, berapa lama pun itu.”

Aku selalu menganggap Lukas sebagai penyelamat yang menarikku keluar dari neraka.

Hingga setengah tahun lalu, saat penyakit lambungnya kambuh, aku pergi ke markas larut malam untuk mengantarkan obat.

Namun, aku malah melihat Lukas sedang menindih petugas konseling psikologis yang baru itu di atas sofa dan menciumnya dengan penuh gairah.

Lukas membenamkan wajahnya di lekuk leher wanita itu sambil terengah-engah. Gerakannya syarat akan gairah, Lukas seperti kehilangan kendali atas dirinya, itu sisi yang belum pernah dia tunjukkan kepadaku.

Bra yang dihiasi renda hitam milik wanita itu tergantung begitu mencolok pada seragam penyelamatan milik Lukas yang melambangkan kehormatan baginya.

Saat aku memergoki hal itu, Lukas berlutut dengan mata yang merah dan bersumpah bahwa ia salah mengira orang karena mabuk.

Selama dua belas tahun aku selalu menganggapnya penyelamat yang menarikku dari neraka.

Aku tidak pernah menyangka, seseorang yang menyelamatkanku dari penderitaan justru mendorongku jatuh ke penderitaan yang lain.

Bersamaan dengan pikiranku yang kembali tersadar, Lukas tampaknya juga sedikit tersadar. Ia melangkahkan kakinya mendekat padaku, tangannya mencoba meraih tanganku.

“Sasa, maaf. Emosiku membuatku bicara sembarangan. Aku benar-benar demam, kepalaku sangat sakit... ”

Suara Lukas terdengar lembut, ekspresi wajahnya penuh dengan penyesalan.

Aku mundur satu langkah, menghindari uluran tangannya padaku.

“Istirahatlah.”

Tangan Lukas mematung di udara.

Ia mengerutkan alisnya, wajahnya tampak sedikit gelisah, ia masih ingin melangkah mendekat padaku.

“Sasa, dengarkan penjelasanku...”

“Aku lelah.”

Aku memotong kalimatnya, lalu berbalik untuk masuk ke kamar dan mengunci pintunya dari dalam.

Di balik pintu, aku mendengar dua sahabatnya tadi membantu Lukas untuk masuk ke kamar utama, dengan suara lirih mereka menasihati Lukas bahwa selama aku tidak ribut lagi, berarti masalah ini bisa dianggap selesai.

Apa ini akan selesai begitu saja?

Aku bersandar pada pintu, perlahan meluncur ke bawah sampai terduduk di lantai.

Tidak bisa, ini belum selesai. Hanya saja, buku yang sudah tercabik-cabik ini, tidak bisa aku buka lagi.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status