Kata-kata ayahnya yang melarang dan memintanya menjauh dari Kaivan masih terngiang di telinga Alesha. Ia berdiri di depan pintu ruang perawatan, tubuhnya terasa berat, namun sebelum sempat melangkah masuk, Kaivan menahan langkahnya. Keraguan yang sejak tadi mengganjal di dada tidak bisa ia biarkan begitu saja. Sosok Reyhan selalu ada, dekat, seakan menjadi tembok penghalang diantara mereka. Ia harus mengetahui kebenarannya, sekarang juga.“Alesha, tunggu,” panggil Kaivan, suaranya terdengar tegas dan tidak sabar. “Aku ingin bertanya sesuatu. Kenapa kamu begitu dekat dengan Reyhan Mahardika? Dan apa hubungan diantara kalian?”Alesha menoleh perlahan, menatapnya dengan tatapan yang dingin dan tajam. Sudut bibirnya terangkat sedikit, membentuk senyum sinis yang membuat Kaivan tertegun sejenak. Ia tidak menjawab dengan lembut, tidak pula menjelaskan apa pun.“Itu bukan urusanmu, Kaivan,” jawab Alesha ketus, suaranya penuh penolakan. “Kamu tidak punya hak untuk menanyakan hal-hal seperti i
Última actualización : 2026-09-28 Leer más