Kalimat itu terhenti di udara, berat dan belum selesai, namun Kaivan sudah mengerti maknanya. Bahaya yang paling besar baginya bukanlah Vanessa, bukan ancaman dari luar, melainkan dirinya sendiri. Cara ia mencintai Alesha dengan menindas kebebasannya. Ia menunduk, merasakan kebenaran itu menembus lebih dalam daripada penolakan apa pun. Ia tidak berhak meminta lebih, tidak berhak menuntut kesempatan, namun satu hal terakhir masih tersisa di hatinya, sesuatu yang terasa begitu kecil namun berarti segalanya baginya.“Aku tahu aku bukan tempat yang aman bagimu,” ucap Kaivan pelan, suaranya rendah dan tulus, tanpa ada sedikit pun keangkuhan yang tersisa. “Tolong beri aku satu kesempatan terakhir bukan untuk memperbaiki masa depan kita, tapi hanya untuk menemani kamu satu malam. Makan malam bersama, sekali saja. Tanpa pembicaraan tentang janji, tanpa rencana apa pun, tanpa tekanan.”
Última atualização : 2026-09-23 Ler mais