[Hannah] Segera setelah itu, Pak Ed dipanggil masuk ke ruangan Pak Lee.“Batalkan agendaku siang ini.” Pak Lee langsung berkata begitu saat Pak Ed masuk.“Hah?" Pak Ed mengerutkan dahi. "Maaf. Saya sepertinya salah dengar, boleh diulang?”“Batalkan agendaku siang ini. Aku punya urusan penting, aku harus pergi keluar," ujar pria itu santai, tanpa beban, tanpa dosa.“Untuk apa?" Suara Pak Ed mulai goyah. "Saya saja yang akan urus itu.”“Tidak, kau tidak bisa. Kau tidak boleh. Harus aku,” ujar Pak Lee ngotot.“Dengan segala hormat, Tuan,” Pak Ed terdengar panik, “Anda juga harus datang nanti siang. Proyek perusahaan kita tahun depan sangat bergantung pada meeting siang ini. Anda harus hadir.”“Kau wakilkan saja aku.”“Tuan Lee!” Pak Ed terlihat putus asa.Hannah tidak
続きを読む