Sinar jingga keemasan dari balik jendela kamar VIP mulai memudar, berganti pendar lampu jalanan yang menyala satu per satu di luar sana. Aroma sup ayam hangat yang dibawa suster beberapa saat lalu masih tercium tipis, beradu dengan wangi lembut pelembut pakaian dari selimut baru Tiara.Dina duduk di sofa, merapikan beberapa dokumen di dalam tasnya, sementara Raka berdiri di dekat jendela sembari membalas pesan di ponselnya.Pintu kamar rawat mendadak terbuka pelan. Rian melangkah masuk dengan raut wajah yang tampak serba salah, memegang sebuah buket bunga mawar putih berukuran sedang dan sebuah amplop cokelat tebal."Pak Raka, Bu Dina... maaf mengganggu sebentar," panggil Rian pelan, membungkukkan badan.Dina mendongak, mengernyit heran. "Ada apa, Rian? Bunga dari siapa itu?"Rian menelan ludah canggung, melirik Tiara sejenak sebelum menatap Dina. "Ini... ada kiriman bunga dan amplop dari Pak Heri di penjara, Bu. Katanya dititipkan lewat pengacaranya yang baru saja datang ke depan."M
Terakhir Diperbarui : 2026-08-16 Baca selengkapnya