Suasana ruang makan rumah Arlan begitu tenang, diselimuti pendar lampu gantung yang agak temaram. Di atas meja kayu panjang itu, hidangan makan malam tersaji sederhana.Arlan duduk berhadapan dengan Kirara, menyendok makanannya tanpa selera yang berarti. Tatapannya sesekali menerawang kosong, memperlihatkan jejak kelelahan dan insomnia yang enggan pergi dari balik matanya. Namun, di hadapannya, Kirara justru tampak begitu berenergi.Anak kecil itu meletakkan sendok dan garpunya dengan denting halus, lalu tiba-tiba menegakkan tubuhnya di atas kursi."Papa, lihat deh!" seru Kirara dengan mata berbinar-binar.Sebelum Arlan sempat merespons, Kirara sudah meluncur turun dari kursinya. Di samping meja makan, putri kecilnya itu merapikan posisi berdirinya, meluruskan punggung, lalu perlahan mengangkat kedua tangan mungilnya ke udara. Jemari Kirara bergerak-gerak gemulai, meliuk halus menirukan kepakan sayap kupu-kupu persis seperti yang diajarkan Iruna sore tadi.Arlan meletakkan alat makann
Last Updated : 2026-09-26 Read more