Pagi itu, matahari bersinar terik, menuangkan kehangatanyang nyaris surgawi ke atas bumi. Di halaman depan sebuah rumah berpagarrendah, seorang wanita berdiri dengan gaun tidur berwarna kuning cerah yangdilapisi jaket rajut panjang. Warnanya menyatu dengan keelokan taman bunga yangsedang ia sirami.Rambutnya digelung rendah, menampilkan leher jenjangnya yangputih dan garis rahangnya yang halus. Sepasang mata cokelatnya terpaku padakuncup-kuncup bunga yang ia tanam kemarin—pengganti tanaman lama yang telahmati dan membusuk.Gerakan tangannya terhenti pada setangkai mawar yang tampaklayu. Alisnya mengernyit. Ia tidak mengerti mengapa bunga itu bisa gagal mekar,padahal ia sudah merawatnya dengan saksama. Namun, tanpa berpikir lebih panjang, ia mengambil guntingdan langsung memotong tangkai malang itu dengan sekali tekan. Kemudian, iamencampakkannya ke tempat sampah, seolah benda itu tak berharga."Aku sudah bilang ya, aku nggak mau tinggal di sinilagi!"Suara itu menggelegar
Last Updated : 2026-07-21 Read more