Elena terperanjat, dunianya seakan runtuh seketika. Nama sang kakak tiri berkedip-kedip bagai bom waktu yang siap meledak dan menghancurkan hidup Elena dalam sekejap.'Aku harus bagaimana? Mana mungkin aku melakukan hal gila dengan iparku sendiri? Tapi aku sangat membutuhkan uang itu,' teriak Elena dalam hati."Kenapa diam, Elly? Waktumu hampir habis," desis Julian dingin. Jemari kekarnya sengaja digerakkan mendekati tombol hijau di layar."Kak Julian, kumohon .…" ratih Elena dengan suara tercekat."Pilih sekarang, Elena," potong Julian tanpa belas kasihan.Gluk!Elena menelan salivanya dengan susah payah. Keringat dingin mulai membasahi punggungnya yang polos.'Bisa tamat riwayatku kalau keluargaku tahu aku menjual diri. Ya sudahlah, setidaknya pria di hadapanku ini adalah Julian, bukan pria asing menjijikkan yang tidak kukenal,' gumamnya dalam hati, berusaha menenangkan badai kepanikan di dadanya."Baiklah ... a-aku setuju," jawab gadis itu dengan suara bergetar pasrah.Sebelah ujung
Last Updated : 2026-06-19 Read more