Elena terdiam sesaat, menatap mata Julian yang menyala penuh amarah. Rasa sakit di pipi dan kulit kepalanya mendadak lenyap, berganti dengan luapan dendam yang telah ia pendam belasan tahun. "Lakukanlah," bisik Elena, suaranya terdengar dingin dan tanpa ragu. "Hancurkan mereka, Julian. Aku tidak peduli lagi." Mendengar keputusan itu, seulas senyuman iblis terukir di bibir tegas Julian. Aura kepuasan maskulin memancar kuat dari tubuhnya. "Pilihan yang sangat tepat, Sayang," ujar Julian, bangga. Ia langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. Tanpa membuang waktu, Julian mendial nomor asisten pribadinya.
Last Updated : 2026-07-12 Read more