Elena menatap mata Julian yang sarat akan rasa bersalah. Ia menggenggam jemari suaminya dengan kehangatan yang tulus."Iya, aku ngerti, kok. Kamu gak perlu minta maaf," tutur gadis itu lembut seraya mengusap rahang suaminya. "Keselamatan kita jauh lebih penting daripada bulanmadu."Julian menghembuskan napas lega, mengecup kening istrinya lama. "Terima kasih sudah sangat memahamiku, Piccola."Mereka segera mengemas barang-barang dan bersiap meninggalkan vila bersalju Harbin. Pengawalan ketat berlapis baja membimbing perjalanan mereka menuju bandara internasional.Di dalam SUV berlapis baja yang melaju tenang menuju apron jet pribadi, Elena menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Pandangannya menatap jalanan bersalju yang perlahan menghilang."Julian," panggil gadis itu, pelan."Iya, Sayang?" sahut Julian seraya mengusap jemari istrinya."Setibanya kita nanti, aku ingin segera melamar pekerjaan," ujar Elena menyampaikan rencananya.Julian menyunggingkan senyum tipis. "Silakan, Sayang.
Última actualización : 2026-10-24 Leer más