Hanya dalam dua kali deringan, sambungan telepon langsung terhubung. Leon menyalakan speakerphone yang terintegrasi langsung dengan sistem head unit mobil."Ada apa, Leon?" Suara berat dan bernada dingin milik Julian bergaung jernih di dalam kabin sedan."Mohon maaf mengganggu waktu Anda, Tuan," sahut Leon lugas. "Nyonya Wardana ingin mampir sebentar ke toko kue sebelum pulang ke rumah."Suasana di dalam telepon sempat hening sejenak. Sebelum Julian sempat bertanya, Elena buru-buru mendekatkan posisinya ke arah mikrofon."Julian, aku hanya ingin membeli kue sebentar. Boleh, ya?" timpal Elena manis, berusaha merayu suaminya.Pendar dingin di suara Julian seketika mengendur, berganti dengan intonasi hangat yang begitu protektif. "Kamu sedang ingin makan kue, Piccola?""Iya, aku ingin yang manis-manis untuk merayakan kelulusan wawancaraku hari ini," sahut Elena jujur.Julian terkekeh rendah di seberang telepon. "Tentu saja boleh, Sayang. Aku tidak akan melarangmu."Namun, suara pria berk
Last Updated : 2026-11-06 Read more