Compartir

Bab 216

Autor: Just Mommy
last update Fecha de publicación: 2026-10-26 19:53:01

"Mengenai penyerbuan brutal di Harbin kemarin sore," lanjut Leon seraya menunjukkan grafik aliran dana dan identitas kelompok penyerang.

"Ternyata Atlas Rowan tidak bergerak sendirian."

Julian menyunggingkan senyum miring yang teramat dingin. "Pria lemah itu rupanya benar-benar menyetorkan nyawanya padaku."

"Atlas Rowan memanfaatkan koneksinya untuk menyewa jaringan mafia bayaran internasional," jelas Leon menambahkan detail penting.

"Kelompok mafia yang mereka pakai adalah kelompok yang dulu
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
nah kan bangun dah nyonya wardhana hihihi
goodnovel comment avatar
Jeane
Kak blm update ya
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 218

    Dengan tangan gemetar, dia mendial nomor darurat. "Kamu harus segera di-rontgent sekarangjuga!"Menyadari situasi sudah beresiko lepas kendali dan istrinya benar-benar hendak mendatangkan armada rumah sakit ke penthouse, Julian seketika melepaskan genggaman di rusuknya. Pria itu melompat bangkit dari kasur dengan gerakan yang cepat, meraih pergelangan tangan istrinya sebelum tombol panggil tertekan."Tunggu! Jangan telepon ambulans!" ucap pria itu cepat seraya menarik ponsel itu dari genggaman istrinya.Elena terperanjat. Dia menatap suaminya dengan mata membulat sempurna. Ia menyapu pandangan pada Julian yang kini berdiri tegak tanpa ada raut kesakitan sedikit pun di wajah tampannya.“Kamu?" Napas Elena masih memburu akibat kepanikan yang belum sepenuhnya reda.Julian menyunggingkan senyumnya yang canggung. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya menatap istrinya dengan pendar rasa bersalah."Maafkan aku, Sayang. Aku cuma bercanda," aku Julian pria itu dengan suara pelan.

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 217

    Julian sempat terpaku. Lidahnya mendadak terasa kaku menatap sorot mata Elena yang menuntut penjelasan di tengah remang koridor penthouse.Pria itu sempat berniat mengarang kebohongan kecil demi menenangkan sang istri. Namun, membayangkan raut kecewa di wajah Elena jika rahasia itu terbongkar justru membuat dadanya terasa jauh lebih sesak.Julian menatap istrinya pasrah, lalu melangkah mendekat seraya menghembuskan napas pelan. "Aku baru saja bicara dengan Leon di ruang kerja, Piccola.""Bicara dengan Leon?" tegur Elena dengan nada suara yang seketika naik satu oktaf. "Tengah malam begini?! Memangnya hal itu tidak bisa ditunda sampai besok pagi?!"Wanita itu berkacak pinggang, menatap suaminya dengan raut marah yang sangat menggebu-gebu. "Kamu itu sedang sakit! Tubuhmu penuh luka lebam dan dokter bilang rusukmu bisa saja retak! Kenapa kamu bandel sekali, sih?!"Julian hendak menyela, tetapi istrinya langsung memotongnya tanpa memberi celah sedikit pun."Harusnya kamu itu tidur, isti

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 216

    "Mengenai penyerbuan brutal di Harbin kemarin sore," lanjut Leon seraya menunjukkan grafik aliran dana dan identitas kelompok penyerang. "Ternyata Atlas Rowan tidak bergerak sendirian."Julian menyunggingkan senyum miring yang teramat dingin. "Pria lemah itu rupanya benar-benar menyetorkan nyawanya padaku.""Atlas Rowan memanfaatkan koneksinya untuk menyewa jaringan mafia bayaran internasional," jelas Leon menambahkan detail penting. "Kelompok mafia yang mereka pakai adalah kelompok yang dulu pernah kalah dalam tender pengadaan jalur logistik kasino dan pelabuhan saat berhadapan dengan Wardana Group di Asia Timur."Julian terkekeh sinis, tawa serak yang meremehkan. "Pantas saja mereka mengirimkan banyak personel bersenjata berat tanpa ragu. Selain hubungan dengan Rowan, mereka memiliki dendam lama padaku.""Benar, Tuan," sahut Leon. "Dendam masa lalu itulah yang membuat mereka berani mempertaruhkan segalanya demi menghabisi Anda di tempat asing seperti Harbin.""Lalu bagaimana deng

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 215

    "Yang ada aku bisa makin sakit karena merasa tertekan dimarahi terus oleh istriku yang galak ini." Elena merona merah mendengarnya, memukul dada Julian secara pelan lalu menyembunyikan wajah malunya di ceruk leher hangat sang suami. Dia benar-benar menjalankan perannya sebagai istri yang penuh pengabdian. Begitu menyadari betapa parahnya luka lebam di tubuh Julian, wanita itu menolak membiarkan suaminya mengangkat beban berat atau banyak bergerak sendirian. Awalnya, Julian hendak menyuarakan protesnya. Pria itu merasa keterlibatannya dikurung dan diperlakukan seperti pasien ringkih sangat meruntuhkan harga dirinya. Namun, seluruh niat protes itu menguap tanpa sisa begitu istrinya mengumumkan dengan wajah serius bahwa ia sendiri yang akan membantu suaminya mandi sore itu. "Aku bisa sendiri, Elly," gumam pria itu sambil bersandar di tepi tempat tidur saat istrinya mengambil handuk. Elena menatapnya tajam sambil berkacak pinggang. "Jangan membantah! Lukamu terkena air hangat

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 214

    Bel pintu penthouse berbunyi. Leon masuk mendampingi dokter pribadi Wardana Group yang membawa tas medis lengkap.Dokter paruh baya bertubuh tegap itu membungkuk hormat. "Selamat sore, Tuan Besar, Nyonya."Elena langsung membimbing dokter tersebut menuju kamar utama. Julian hanya bisa menghela napas pasrah, duduk bersandar di tepi tempat tidur tanpa atasan.Dokter segera memeriksa seluruh tubuh Julian dengan teliti. Ia menekan lembut area memar kebiruan yang membentang di sekitar rusuk sang pengusaha “raksasa”."Bagaimana kondisinya, Dok? Apa ada luka yang parah di dalam?" tanya Elena, raut wajahnya diliputi kecemasan yang mendalam.Dokter mengusap dagunya, menatap hasil rabaan fisik dan memar yang cukup pekat. "Saya menyarankan untuk segera melakukan rontgen di rumah sakit, Nyonya. Memar di dekat tulang rusuk ini cukup luas, saya khawatir ada retakan atau luka dalam yang tidak terlihat dari luar.""Tidak perlu," pangkas Julian cepat dengan suara tegas dan dingin. "Aku tahu batas tu

  • Permainan Berbahaya Kakak Ipar   Bab 213

    Punggung Julian yang biasanya tampak sempurna, kini dipenuhi oleh luka lebam kebiruan yang mengerikan, luka gores, serta bekas hantaman tumpul yang parah. Luka-luka itu jelas berasal dari pertarungan brutal dan ledakan di gudang Harbin semalam. Julian yang mendengar engahan napas panik dari arah pintu langsung berbalik dengan cepat. Pria itu tersentak kaget saat menyadari kehadiran istrinya. "Elly?" gumam pria itu pelan, ia refleks meraih kemejanya kembali untuk menutupi tubuhnya. Namun, Elena bergerak lebih cepat. Gadis itu berlari mendekati Julian dengan tangis yang pecah seketika. "Badan kamu kenapa bisa seperti ini?!" keluh gadis itu dengan suara bergetar. Jemari Elena terulur gemetar, hendak menyentuh luka lebam besar di dada dan rusuk Julian. Namun ia ragu dan takut justru akan menyakiti suaminya. Air matanya menetes membasahi pipinya. "Kamu bilang semalam kamu tidak apa-apa!" tangis wanita itu memecah keheningan kamar. Ia menatap lekat ke dalam mata suaminya de

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status