Teguran langsung itu bagaikan petir di siang bolong bagi Pak Sam. Lidahnya mendadak kelu, dadanya berdegup kencang memikirkan nasib pekerjaannya jika sampai rahasia ini terbongkar di tangan Nyonya Presdir."Ah, m-maafkan saya, Nona Elena!" gagap Pak Sam buru-buru membetulkan letak kacamatanya yang sedikit melorot. "Saya, saya hanya terlalu antusias! Ya, betul, terlalu bersemangat sampai lupa menjalankan alur wawancara yang standar."Di dalam hatinya, Pak Sam berteriak pasrah. Pria paruh baya itu sebenarnya bingung setengah mati. Ia bingung harus menyusun pertanyaan seperti apa karena takut salah bicara, takut terkesan menekan, atau malah tak sengaja menyinggung sang istri bos besar.Namun, melihat tatapan Elena yang makin menuntut profesionalisme, Pak Sam tahu ia harus segera bertindak sebelum kebohongannya makin berantakan."Baiklah, kalau begitu mari kita mulai sesi wawancaranya," ujar Pak Sam seraya berdehem keras, berusaha mengembalikan raut wajah tegas khas Manajer HRD.Ia mer
Última actualización : 2026-11-03 Leer más