Akhirnya hari yang ditunggu tunggu pun datang, yaitu malam puncak agustusan di desa dimana Gia dan Arka menghabiskan waktu untuk bertengkar. Malam ini, lapangan desa sudah berubah menjadi lautan cahaya.Lampu-lampu warna-warni menggantung di antara tiang bambu. Lampion sederhana bergoyang tertiup angin, sementara kursi plastik penuh oleh warga yang sejak tadi menunggu acara hiburan.Di depan panggung, anak-anak berlarian membawa bendera kecil. Di barisan belakang, para ibu sudah mulai sibuk dengan komentar masing-masing."Bu Minem, iki acara tari opo acara golek jodho to kok dadak berpasangan barang ki?" (Bu Minem, ini acara tari apa acara mencari jodoh sih kok harus berpasangan juga?) Bu Minem yang sedang makan kacang pun langsung menoleh."Yo tergantung sing nari Bu. Nek sing nari Arka karo Gia, iki mah acara pamer kemesraan!" (Ya tergantung siapa yang nari Bu. Kalau yang nari itu Arka sama Gia, itu mah acara pamer kemesraan) jawab Bu Minem memberikan tanggapan."Alah, wong loro kuw
Last Updated : 2026-09-08 Read more