Rasanya baru beberapa saat Tia memejamkan mata ketika suara ketukan terdengar dari balik pintu kamarnya.Dengan tenggorokan yang masih serak, ia menjawab masuk. Pintu terbuka. Yang muncul adalah Bu Ambar."Masih demam ya, Non?" Bu Ambar mendekati ranjang, lalu menyentuhkan punggung tangannya di dahi Tia. Tia hanya mengangguk lemah. Kepalanya masih terasa berat."Tadi Ibu suruh ke dokter, Non nggak mau. Disuruh minum obat dulu baru tidur, Non nggak mau juga," keluh bu Ambar khawatir.Tia tidak menjawab. Tadi ia memang menolak semua usul Bu Ambar. Melihat Tia bergeming, Bu Ambar lalu berkata pelan."Ada Pak Riffat di bawah, Non."Kalimat itu langsung membuat Tia membuka sebelah matanya."Apa urusannya denganku, Bu?Biasanya dia datang juga mencari Ayah. Harusnya Ibu bilangnya ke Ayah. Lagian Ayah juga nggak di rumah kan?"Suaranya masih terdengar malas. Bu Ambar menggeleng."Kali ini tidak, Non. Pak Riffat bilang, beliau datang khusus mau ketemu Non Tia."Tia kembali membuka mata. Kal
Terakhir Diperbarui : 2026-07-13 Baca selengkapnya