"Oh kamu. Setelah briefing ini selesai, temui saya di kantor.""Baik, Bu." Tia mengangguk patuh."Oke anak-anak." Mbak Christine bertepuk tangan. "Sekarang semuanya kembali ke posisi masing-masing. Semangat bekerja.""Siap, Mbak!"Aktivitas restoran pun mulai dibuka. Para waiter segera berpencar sesuai area tugas.Saat Tia berjalan menyusul Mbak Christine yang memberi kode padanya untuk ikut, ia berpapasan dengan dua rekan kerjanya Manda dan Elsa. Keduanya membawa nampan berisi gelas-gelas kristal."Awas, Els," ucap Manda dengan suara yang cukup keras untuk didengar Tia. "Kamu jangan sampai menyenggol waitress kesayangan Bos. Panjang nanti urusannya."Elsa langsung menimpali."Iya. Aku juga takut kali Nda, kalau nanti nasibku nanti kayak Mbak Amel." Elsa pura-pura bergidik."Ingat, pelindungnya walau udah bau tanah, tapi duitnya banyak."Keduanya tertawa kecil. Menertawakannya tepatnyaMuak terus terus disindir-sindir, Tia menghentikan langkahnya. "Iya, sebaiknya kalian hati-hati.
Última actualización : 2026-07-31 Leer más