Seperti biasa, sepulang dari bekerja, Tia mampir ke pasar tradisional. Dan seperti biasa pula, kios telur Bu Rini menjadi tujuan terakhirnya."Eh, Tia!" Bu Rini langsung menyambutnya dengan senyum lebar. "Seperti biasa? Dua kilo?"Tia menggeleng"Hari ini tiga kilo, Bu."Bu Rini segera mengambil timbangan. Sambil menunggu, Tia memperhatikan Pak Husin yang sedang sibuk mengangkat beberapa peti telur ke belakang kios.Entah kenapa, pertanyaan yang beberapa hari ini mengganjal di kepalanya kembali muncul."Bu, saya boleh tanya sesuatu?""Tanya aja, Ti," kata Bu Rini sambil memasukkan telur ke kantongan."Kenapa profesi Pak Husin dan Dokter Agnes jauh banget, ya? Padahal mereka saudara kandung." Tia sangat penasaran. Namun ia segera sadar kalau pertanyaannya tidak sopan. "Maaf, saya tidak bermaksud merendahkan." Tia buru-buru meminta maaf.Bu Rini tersenyum kecil."Tidak usah meminta maaf. Bukan cuma kamu yang penasaran. Banyak juga orang-orang di pasar ini yang bertanya demikian," imbu
Última actualización : 2026-08-11 Leer más