Asap tipis beraroma arang dan bumbu kacang menguar dari tungku sate di sudut kedai, berbaur dengan hangatnya pendar lampu kuning lima watt yang menggantung di atas meja kayu mereka. Kedai kaki lima di pinggir jalan industri ini mulai berangsur sepi, menyisakan deru angin malam dan sesekali suara bising knalpot motor buruh pabrik yang pulang shift sore.Yono duduk dengan santai, sambil meluruskan kedua kakinya yang terbalut jins di bawah meja sempit. Kaus hitamnya yang ketat menonjolkan bentuk bahunya yang kokoh, kontras dengan Maya yang duduk tepat di hadapannya.Gadis itu seolah tidak peduli dengan tatapan sesekali dari abang penjual sate; matanya hanya terkunci pada Yono, memancarkan binar lapar yang bukan berasal dari urusan perut."Mas, cobain deh sate kambingnya. Potongannya gede, empuk banget lagi," ucap Maya, suaranya melembut manja.Tanpa menunggu jawaban, jemari lentik Maya meraih satu tusuk sate, lalu dengan gerakan lambat yang sengaja dibuat sensual, ia mengarahkan daging b
Last Updated : 2026-06-30 Read more