LOGINSudah jadi sopir truk bermuatan berat sejak sepuluh tahun di sebuah pabrik besar, pria bernama Yono seringkali jadi idaman para wanita centil dan kesepian di sana. Tak hanya satu dua wanita saja yang merayunya, namun Yono hanya memberikan senyum atau penolakan halus yang membuat para wanita itu semakin terus mengejarnya. Namun, siapa sangka, dari banyaknya wanita yang datang menggodanya, Yono berhasil terpikat pada satu wanita yang membuatnya tak tahan ingin mencobanya. Lantas, siapa wanita beruntung itu?
View MoreRumor tentang insiden di gudang kemarin sore berembus cepat di antara deru mesin pabrik, menyebar dari satu mulut buruh ke mulut buruh lainnya. Yono tahu namanya dan Ratih sedang jadi bahan gunjingan ringan di kantin.Namun, pria itu hanya menanggapinya dengan senyuman tipis nan kalem yang menjadi ciri khasnya. Sikap cuek dan tenangnya itu justru membuat para buruh wanita di bagian pelintingan makin gemas dan penasaran dengan sosok sopir kontainer berdarah dingin ini.Siang ini, matahari Jakarta bersinar sangat terik, membakar aspal area parkir hingga memancarkan gelombang panas yang kasatmata. Yono memilih menepi, mencari tempat teduh di bawah pohon kamboja besar yang tumbuh di dekat pembatas pagar luar pabrik. Suasana di sini relatif sepi dari hilir mudik orang.Pria itu menyandarkan punggung bidangnya di bangku semen panjang, meluruskan kakinya yang pegal setelah seharian mengecek tekanan ban truk. Kaus hitamnya sengaja digulung hingga ke bahu, memamerkan otot lengannya yang liat d
Seminggu di jalur Pantura dengan aspal yang membakar dan debu jalanan yang pekat akhirnya berakhir di pelataran gudang produksi bagian belakang. Yono memutar setir kemudi truk kontainer besarnya dengan cekatan, dan memosisikan ekor truk tepat sejajar dengan pintu bongkar muat nomor empat.Setelah menarik rem tangan yang mendesing keras, pria 32 tahun itu turun dari kabin. Kaus hitamnya yang melekat ketat membingkai otot dada dan lengan yang makin legam terbakar matahari, menyisakan sisa aroma keringat maskulin dan jalanan yang pekat.Suasana di gudang belakang jauh lebih bising dan sibuk dibanding ruang administrasi. Suara mesin pabrik bergemuruh, bersahut-sahutan dengan deru mesin forklift yang lalu lalang membawa palet kayu berisi ratusan dus barang.Di antara keriuhan itu, Yono menangkap sosok Ratih yang sedang berdiri memegang papan klip.Wanita berusia 35 tahun itu adalah buruh senior di bagian produksi, seorang janda matang yang terkenal tegas, irit senyum pada buruh pria, namun
Di siang hari besoknya, pria itu berdiri di samping ban raksasa truk kontainer miliknya sembari menatap lurus ke arah gedung administrasi yang terpanggang terik matahari pukul satu siang.Saat itu area pabrik mendadak lengang; sebagian besar buruh dan sopir sedang beristirahat di kantin belakang atau tidur di bawah bayangan gudang.Di bawah cuaca yang membakar itu, batin Yono justru jauh lebih bergemuruh. Karismanya sebagai pria dewasa yang matang dan penuh kendali sedang diuji di titik terendah. Akal sehatnya menyuruhnya melemparkan kunci itu ke dalam laci dasbor dan tidur siang.Namun, setiap kali ia memejamkan mata, memori tentang detak jantungnya yang menggila semalam dan aroma manis tubuh Maya di koridor gelap kembali datang menghantam. Ia tidak mau menjadi pria murahan yang gampang ditarik-tarik, tapi pesona Maya harus diakui terlalu kuat mengusik sisi maskulinnya yang paling liar.Yono menghela napas berat, memasukkan kembali kunci itu ke saku jinsnya, lalu melangkah mantap mem
“Waduh! Siapa yang datang, Mas?”Napas Maya langsung memburu dengan tangannya mencengkeram bahu Yono seerat mungkin seolah dunia sedang runtuh. Yono sendiri tidak bergerak satu milimeter pun, matanya yang tajam tetap mengunci siluet di balik kaca buram itu.Namun, ketegangan yang mencekam itu mendadak mengempis ketika bayangan tinggi itu merendah, lalu terdengar suara mengeong pendek disusul derap kaki kecil yang menjauh. Hanya seekor kucing liar yang mendorong pintu yang kebetulan tidak terkunci rapat.Seketika, ruang di antara mereka runtuh. Sentakan kaget yang mereda membuat tubuh Maya merosot ke depan, dan dalam sepersekian detik yang tak terduga, pipi mereka saling bergesekan.Kulit halus Maya menyapu rahang tegas Yono yang kasar oleh janggut tipis. Sentuhan tak sengaja itu terasa jauh lebih menyengat daripada sebelumnya. Aroma manis dan hangat tubuh Maya langsung menginvasi akal sehat Yono.Yono memejamkan mata sesaat, tengah mengatur napasnya yang sempat tertahan. Tangannya yan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.