Jam sembilan malam di esoknya, hujan turun dengan derasnya. Di area parkir belakang pabrik, mesin truk kontainer Yono baru saja dimatikan.Yono melangkah membelah pelataran semen yang basah, dengan separuh jaket jins tebalnya sudah kuyup saat ia mendorong pintu kaca ruang administrasi. Suasana kantor sudah mati total, menyisakan pendar cahaya dari satu sudut ruangan tempat Maya duduk di balik meja.Kehadiran Yono yang tinggi besar dengan langkah tegap langsung memotong dominasi hawa dingin AC dan keheningan di sana.Maya kemudian mendongakkan kepalanya dan matanya yang sedari tadi gelisah langsung berbinar. Dengan beberapa tumpukan kertas di mejanya, alasan klasik yang sengaja ia buat untuk bertahan di sana sendirian."Lama banget, Mas. Aku pikir kamu langsung balik ke pul," ujar Maya dengan suara yang sedikit tinggi karena tertelan hujan di luar sana."Petugas gudang tadi lambat bongkarnya. KTP-ku mana, May? Katanya mau dibalikin,” ucap Yono sambil mengusap sisa air hujan di rahangny
Zuletzt aktualisiert : 2026-06-23 Mehr lesen