“Mas, kalau nanti Bapak sama Ibu bicara aneh-aneh, tolong jangan langsung diambil hati, ya?”Sekar menatap Raden penuh hati walau suaranya agak bergetar saat mereka melangkah ke lobi hotel.Raden tersenyum kikuk. "Iya. Tapi kamu juga jangan diem aja kalau mereka kelewatan. Aku sudah bela-belain ambil cuti ke Jogja, masa mau dipermalukan, Ya kan?" Sekar tertegun. Ia mengangguk pelan, merasa sedikit tertusuk mendengar keluhan Raden. Semua karena orang tuanya yang meminta pertemuan ini diadakan di hotel mewah. Katanya, “Kalau Nak Raden memang serius dan menghargai kamu, suruh dia ajak bapak ibu ke restoran hotel misalnya, tempat yang pantas untuk membicarakan masa depan. Jangan cuma di rumah, tidak elok dilihat tetangga kalau bawa orang kantoran Jakarta.” Sekar tersenyum tipis. Semoga harapannya benar. Semoga keluarganya tidak menguji aneh-aneh saat ia sudah mengiyakan bertemu di hotel mewah ini.Seharusnya cukup untuk orang tuanya, kan?Sekar tersenyum tipis. Ia mengeratkan genggama
Dernière mise à jour : 2026-06-26 Read More