Semakin Nehan berjalan mendekat, semakin jelas pula wajah pria itu di mata Sekar. Garis rahangnya tegas. Tatapannya tetap datar seperti biasa. "Sial, semakin dekat, semakin keliatan ketampanannya" batin Sekar. Sekar buru-buru mengalihkan pandangan. "Nggak boleh begini. Jantung, tolong kerja yang bener" Namun sebelum ia benar-benar berhasil menenangkan diri, Nehan sudah berhenti tepat di depannya dan Karina. Ia tidak mengatakan apa pun. Hanya berdiri dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana, menatap sekilas ke arah Sekar, lalu mengalihkan pandangannya ke meja yang dipenuhi katalog gaun. Karina menutup katalog di tangannya. "Bagus." "Nehan sudah datang." "Kalau begitu kita mulai saja." Ia bangkit dari duduknya dengan gerakan anggun. Tak lama kemudian, seorang perempuan berusia sekitar empat puluh tahun menghampiri mereka dengan senyum profesional. "Selamat pagi, Nyonya Karina." "Selamat pagi, Bu Rania." Karina menjawab dengan tenang. Rania kemudian menoleh kepada Ne
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-05 อ่านเพิ่มเติม