Lima belas menit kemudian, Sekar keluar dari kamar mandi dengan pakaian kerja sederhana.Dia masih terlihat tidak percaya bahwa pagi ini dia meninggalkan kos bukan untuk pergi ke kantor, melainkan untuk menemani atasannya sendiri membeli kasur.Lebih tepatnya, calon suaminya. Dan itu justru terdengar lebih aneh.Nehan sudah menunggu di luar. Begitu melihat Sekar keluar, dia langsung berdiri.“Kita berangkat.”Sekar menatapnya.“Bapak serius, ya?”Nehan menoleh.“Soal apa?”“Soal beli kasur.”“Ya.”“Bukan cuma bercanda?”“Kenapa saya harus bercanda?”Sekar menghela napas.“Soalnya menurut saya aneh, Pak.”Nehan tidak menjawab. Dia hanya berjalan menuju mobil.Sekar mengikutinya sambil masih menggelengkan kepala.Mereka tiba di sebuah toko kasur yang cukup sederhana di daerah Jatinegara, toko yang sama saat Sekar membeli kasur.Begitu masuk, seorang pegawai langsung menghampiri mereka.“Selamat pagi, Pak, Bu. Mencari kasur untuk kamar baru?”Sekar langsung membuka mulut. “Bukan, Pak, kam
Last Updated : 2026-08-21 Read more