Perjalanan pulang berlangsung lebih tenang dibanding saat mereka berangkat. Sekar duduk menatap keluar jendela, masih memikirkan percakapan di rumah keluarga Adiwangsa tadi. Kepalanya sudah cukup penuh ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Ibu. Sekar mengernyit sebelum mengangkatnya. “Halo, Bu—” “Kamu itu piye, toh, Kar?” Sekar langsung menjauhkan ponsel sedikit dari telinganya. Belum sempat menyapa dengan benar, suara Laras sudah menyambarnya dari seberang. “Kamu ini sudah dikasih calon suami seperti Pak Nehan, kok masih dekat-dekat sama Raden?” Sekar membeku. Nehan yang duduk di sebelahnya melirik singkat. “Ibu ngomong apa, sih?” “Jangan pura-pura nggak ngerti. Ibu sudah lihat fotonya!” Kening Sekar langsung berkerut. “Foto?” “Iya! Foto kamu sama Raden di depan kos. Bu Karina yang kirim ke Ibu.” Sekar sontak menegakkan tubuh. Karina? Tangannya mencengkeram ponsel sedikit lebih erat. “Tante Karina kirim ke Ibu?” “Iya. Ibu sampai malu lihatnya. Kamu itu mikir, Kar. Sud
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-15 อ่านเพิ่มเติม