Pagi itu, Sekar sarapan bersama Nehan.Keduanya tidak banyak bicara. Sekar lebih banyak memperhatikan makanannya, sementara Nehan sesekali membaca sesuatu dari ponselnya.Begitu selesai, Sekar mengambil tasnya.“Pak, nanti saya turun agak jauh dari kantor, ya.”Nehan mengangkat pandangan. “Kenapa?”“Saya belum terbiasa kalau nanti jadi pusat perhatian.”Nehan diam sebentar. “Kamu yakin?”Sekar mengangguk. “Iya.”“Baik.”-------mmobil berhenti tidak jauh dari gedung kantor.Sekar membuka pintu. “Terima kasih, Pak.”“Hati-hati.”Sekar turun, sementara mobil melanjutkan perjalanan menuju gedung Sajiwa.Ia menarik napas panjang, mungkin lebih baik seperti ini, seperti biasanya.Baru beberapa langkah memasuki lobi, beberapa suara langsung menyambutnya.“Selamat pagi, Bu Sekar.”“Pagi, Mbak.”“Selamat ya, Mbak Sekar.”Sekar sempat memperlambat langkah.Biasanya tidak banyak yang memperhatikannya ketika datang ke kantor. Sekarang, hampir setiap orang yang berpapasan dengannya seolah punya a
Última actualización : 2026-09-17 Leer más