Sekar terdiam beberapa saat. Tatapannya turun pada tangan Nehan yang masih menggenggam pergelangan tangannya.“Iya, Pak. Saya di sini.”Sekar kemudian duduk di sisi ranjang.Nehan tidak mengatakan apa-apa. Alisnya bertaut, seperti sedang menahan rasa sakit yang berdenyut di kepalanya.Sekar memperhatikannya sebentar sebelum kembali mengangkat tangannya. Jemarinya perlahan memijat kening dan pelipis Nehan.Namun kali ini, panas tubuh pria itu terasa semakin tinggi.“Panasnya makin naik,” gumam Sekar.Tak lama kemudian, terdengar ketukan dari pintu.Tok. Tok.Sekar segera bangkit dan membukanya. Sopir berdiri di luar sambil menyerahkan kantong kecil berisi obat.“Ini obatnya, Mbak.”“Terima kasih, Pak.”Sekar menerima kantong tersebut, lalu menutup pintu setelah sopir pergi. Ia kembali menuju ranjang dan duduk di sisi Nehan.“Pak.”Tidak ada jawaban. Sekar menyentuh bahunya pelan.“Pak Nehan.”Nehan akhirnya membuka mata. Pandangannya masih samar, tetapi langsung tertuju pada obat yang
Última actualización : 2026-09-02 Leer más