"Berarti salsa gak bisa ikut lomba ya Pa?" pertanyaan itu terus terngiang di kepalanya, Rafael tak tega melihat harapan besar yang tergambar jelas di wajah putri kesayangannya. Ia pun berpikir untuk membujuk istrinya untuk yang kedua kali. "Widya, kita perlu bicara." Suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu kamar. Rafael berdiri beberapa saat sambil menunggu jawaban, tetapi tak ada sahutan. Dari dalam hanya terdengar alunan musik yang diputar pelan. Ia kembali mengetuk, kali ini sedikit lebih keras. "Masuk saja." Rafael memutar gagang pintu. Begitu melangkah masuk, pandangannya langsung menangkap sosok Widya yang sedang duduk di depan meja rias. Rambutnya dijepit ke belakang dengan bando lembut, wajahnya dipenuhi masker tipis berwarna putih. Di atas meja berjejer berbagai botol perawatan kulit, parfum, dan kotak-kotak kosmetik yang tertata rapi. Sementara di atas ranjang terbentang beberapa potong gaun dan tas bermerek, seolah sedang dipilih untuk dikenakan keesokan
Last Updated : 2026-07-09 Read more