Sarah mengikuti arah pandang Bu Rani. Entah mengapa, jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat. Pintu rumah yang sejak tadi terbuka setengah tampak lengang. Hanya terlihat halaman kecil dengan pohon mangga tua yang bergoyang pelan diterpa angin pagi. Tak ada siapa-siapa. "Bu, ada apa?" tanya Sarah pelan. Bu Rani mengerjapkan mata beberapa kali, lalu mengembuskan napas lega. "Ah, mungkin Ibu cuma salah lihat." Sarah kembali menoleh ke arah pintu. Perasaannya ikut menjadi tidak tenang. Beberapa detik mereka sama-sama terdiam. Hingga akhirnya Sarah kembali mengingat ucapan Bu Rani sebelumnya. "Ibu tadi bilang, ada orang yang pernah mencari Sarah." Bu Rani mengangguk pelan. "Iya." "Siapa, Bu?" Perempuan paruh baya itu tampak ragu. Bibirnya beberapa kali terbuka, tetapi kembali tertutup. Sarah semakin gelisah. "Apa Teguh?" tanya Sarah hati-hati, nama itu keluar begitu saja dari bibirnya. Mendengar nama pria itu, raut wajah Bu Rani langsung berubah. Ia perlahan men
Last Updated : 2026-07-10 Read more