Setelah meminum obat yang diberikan Sarah, kondisi Warman perlahan mulai membaik. Batuknya memang belum benar-benar hilang, tetapi napasnya sudah tidak lagi memburu seperti sebelumnya. Wajah pria tua itu pun tampak sedikit lebih tenang. Malam semakin larut, suara jangkrik mulai memenuhi udara desa yang sejuk. Lampu-lampu rumah tetangga satu per satu dipadamkan, menyisakan cahaya redup dari beberapa teras rumah yang masih menyala. Di kamar sederhana itu, Warman akhirnya tertidur. Napasnya terdengar pelan dan teratur. Sarah yang sejak tadi duduk di samping ranjang, baru sedikit mengembuskan napas lega. Jemarinya masih menggenggam tangan ayahnya, seolah ingin memastikan pria yang paling berharga dalam hidupnya itu benar-benar baik-baik saja. Beberapa saat kemudian, Bu Rani berdiri dari kursinya. Perempuan paruh baya itu menatap Sarah dengan wajah penuh perhatian. "Kalau malam ini Bapakmu sesaknya kambuh lagi, atau besok kondisinya memburuk, langsung panggil Ibu, ya." Sarah segera
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-10 Mehr lesen